poetry of aL Dhimas

share the dreams...

GuestBook

langit

tahukah kamu? bahwa setiap aku melihat langit aku akan selalu teringat padamu. mengulang semua memori yang pernah kita jalani di waktu dulu. hingga aku tersadar kalau semua sudah berlalu.

tapi pernahkah kamu merasa? sejatinya kita memang tak ditakdirkan untuk bersama. bukan karena beda atau sama di antara kita. tapi lebih karena langit tak hendak mengukir nama kita bersanding di sana.

kita dewasa. dan kita menghargai arti dari perpisahan. maka tak ada tangis ketika kita saling mengucap selamat jalan. sebab kita tahu kita akan selalu berada di bawah langit yang sama.

mengingatmu saat menatap langit. lebih seperti memberi diriku sebuah kenangan dan keinginan. tentang kisah tentang kebersamaan serta harapan untuk masa depan. meski tak bersamamu.

kita pernah punya cerita. yang langit akan selalu mengingatkanku padanya. meski tak berakhir sesuai rencana. semoga bahagia selalu menyertai dimanapun kamu berada.

langit tampak cerah. hari ini. buatku. kuharap, juga buatmu.
 


© 2017 aL dhimas
 

debu dan angin



aku ingin menjadi debu. yang selalu mendampingi angin. menjelajahi seluruh penjuru bumi. hingga di titik yang paling sudut.


ya... aku ingin menjadi debu. yang setia bersama angin. tak harus kasat mata. tapi selalu ada dan terasa.


tentu, aku ingin menjadi debu. yang tak pernah berpaling dari angin. meski mentari bersinar terik seolah sanggup memisahkan. debu akan tetap ikut ketika angin menjemput.


mereka pikir itu sia-sia. mereka anggap tak ada masa depan untuk hubungan semacam ini. mereka kira takkan pernah terlihat ujungnya. dan mereka bilang harapan tak lebih dari sekedar fatamorgana.


namun yang mereka tak pernah tahu. aku punya alasan kenapa aku ingin menjadi debu.


...


...


...


aku hanya ingin menjadi debu. apabila hanya engkau yang jadi angin.


bersama kita berdua. tanpa perlu dunia melihat.
 
sebab aku siap melebur. jika itu membuat kita satu.




© 2017 aL dhimas
 

hatiku untukmu

walau…

walau kamu itu gendut, kamu tetap lucu buatku

walau…

walau kamu sering emosian, kamu tetap memukau lewat pesan-pesanmu untukku

walau…

walau kamu bilang sudah tak semuda dulu, kamu tetap mempesona di mataku

walau…

walau begitu banyak kekuranganmu, kamu tetap sempurna bagiku

walau…

walau…

walau kita belum bertemu

aku…

aku…

aku sudah terlanjur meletakkan hatiku

untukmu.

© 2011 aL Dhimas

bagaimana...

bagaimana air matanya tak lagi bersimbah

kalau kau tak mau berpisah

bagaimana hidup kita berhenti dari rasa bersalah

kalau rasamu padaku tak berubah

bagaimana…

bagaimana…

bagaimana…

bagaimana kalau kita tetap bersama saja?


© 2009 aL Dhimas

kasih baru

bulan merah jambu

di kala langit berwarna ungu

kau hadir tanpa kutunggu

menyapu bersih semua kenangan lamaku


© 2009 aL Dhimas